Kamis, Januari 10, 2008

Kampanye Gerakan "JBDK"

"Anak Muda Indonesia, Jangan Bugil di Depan Kamera"


Mencermati kasus peredaran film porno amatir yang dibuat dengan berbagai peralatan kamera dan Handphone setahun belakangan ini, kami dari komunitas Video Film Mania, TV Lab Communications dan Komunitas Penulis Tangguh menggelar kampanye via internet berjudul“ANAK MUDA INDONESIA : JANGAN BUGIL DIDEPAN KAMERA!”Disinyalir terdapat 500 lebih cuplikan film porno yang menggambarkan hubungan sex orang-orang Indonesia yang dibuat dengan menggunakan Handphone dan Video Kamera. 90% adegan cuplikan film porno dilakukan oleh anak muda SMA dan Mahasiswa. 8%nya berasal dari rekaman prostitusi, para pejabat pemerintah (DPR dan Pegawai Negeri). 2%nya adalah cuplikan kamera pengintai yang mengambil gambar para wanita-wanita muda yang sedang bugil tanpa sadar di toilet ataupun di kamar hotel.Perkembangan teknologi kamera Handphone ternyata berefek buruk. 500 lebih cuplikan film porno dibuat para pelakunya atas dasar senang-senang, tidak sengaja dan sebagian dijadikan alat kejahatan (rekaman perkosaan, penistaan, pelecehan).Hal ini menjadi fenomena gunung es. Jangan-jangan, jumlah cuplikan film porno yang dibuat anak muda Indonesia telah mencapai ribuan klip? Jangan-jangan, anak muda kita tidak sadar bahaya yang mengancam, yang semula hanya iseng dan main-main, berubah menjadi mimpi buruk yang kelak akan menghancurkan masa depan mereka?Tentunya tidak dengan menggunakan kotbah dan himbauan yang tidak mempan masuk ketelinga Anak muda. Jalan alternatif dan ampuh untuk menghentikan atau mengurangi peredaran dan pembuatan film porno amatir buatan anak muda Indonesia adalah dengan cara melakukan janji bersama, SUMPAH bersama untuk tidak BUGIL di depan KAMERA!Maka , bila Anda mempunyai anak, teman atau Anda sendiri yang senang bereksperimen dengan kamera (baik Handphone kamera maupun Handycam Camera) mari bersama mengucapkan janji dibawah ini :“DEMI MASA DEPAN KITA DAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK, KAMI BERJANJI, TIDAK AKAN BUGIL DI DEPAN KAMERA!”(Janji ini telah dimulai sebagai sebuah gerakan pada bulan Januari 2007, disebuah acara diskusi bersama mahasiswa FISIKOM UPN Jogjakarta. Embrio gerakan ini berusaha menyebarkan pesan untuk tidak terjebak dalam arus pornografi)Ajak teman, saudara, anak, ayah, ibu dan siapa saja untuk mengucapkan janji di atas.

Stop penyebaran dan pembuatan cuplikan film porno Indonesia. Selamatkan Generasi kita. Selamatkan Anak Muda Indonesia !

Salam Sony Set 0818 936 046 Adi Prasetyo 0813 929 820 71TV Lab Communications Indonesia[Siapa saja yang satu visi dengan kami, silahkan menyebarkan email ini dan Logo Kampanye yang bisa anda ambil lewat situs http://tvlab.blogspot.com/ . Kami berencana menyebarkan kampanye ini sampai ke seluruh penjuru negeri. Membangkitkan semangat anak muda untuk melawan pornografi. Apabila Anda berminat bermitra dan membantu kami, silahkan email kami di tvlabcomm@gmail.com , blog : http://tvlab.blogspot.com/ atau hubungi kami di 0813 929 820 71 dengan Adi Prasetyo. Segala support yang anda berikan, akan menyelamatkan generasi kita, hari ini dan nanti]

Tausyiah

Proaktif dan Amal Jama`i dalam Dakwah

Telah kita ketahui bersama bahwa dakwah adalah salah satu tugas kita sebagai khalifah di bumi ini. Mau tidak mau, suka tidak suka beban dakwah adalah tugas mulia kita sebagai manusia. Karena itulah agar dakwah terasa nikmat dilakukan, nyaman dilaksanakan, tulus dan ikhlas menyertai maka diperlukan kesadaran diri yang penuh akan kewajiban dakwah ini dan tentunya dukungan dari jama`ah.Dari kesadaran akan kewajiban berdakwah inilah akan memunculkan peran aktif jama`ah untuk turut serta dalam barisan dakwah. Apabila kesadaran diri ini belum muncul ataupun belum menggerakkan hatinya maka akan sulit untuk mendukung gerakan dakwah apalagi untuk berperan aktif dalam amal jama`i. Maka sesuailah bila suatu gerakan dakwah yang paling utama adalah memang pemahaman dulu. Dari pemahamanlah maka akan muncul kesadaran diri dalam mendukung dan berperan aktif dalam dakwah.Bergerak dan berjuang di jalan Allah ini merupakan kewajiban seluruh kaum muslimin tanpa kecuali dimanapun berada. Akan lebih efektif bila gerakan dakwah ini berjalan secara teratur, kokoh dan terorganisir secara rapi tidak tercerai berai ataupun berjalan sendiri-sendiri, karena itulah pentingnya suatu Jama`ah untuk bergerak secara bersama sama melalui amal jama`i. Karena Islam bukanlah agama personal , Islam adalah agama satu umat, kaum muslimin. Seperti Firman Allah SWT: "Dan berpeganglah kamu sekalian dengan tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai "(Ali`Imran:103)Peran aktif jama`ah dalam gerakan dakwah sangatlah besar artinya begitupula dengan qiyadah, karena jama`ah tidaklah mungkin dapat bergerak tanpa qiyadah yang mengatur seluruh gerakannya, menentukan tujuan, mengawasi dan mengontrol pelaksanaan program program dakwahnya. Di sinilah pentingnya kolaborasi amal jama`i dimana qiyadah harus memahami watak dan sifat karakteristik jama`ahnya serta jama`ah harus mengikuti dan mematuhi terhadap arahan yang diberikan para qiyadah sehingga akan tercipta nada nada harmonis dalam pergerakan dakwah.Peran aktif jama`ah jelas sangat membantu dalam kelangsungan gerakan dakwah, namun pada saat bergerak untuk berdakwah inilah diperlukan trik trik dan strategi dakwah agar dalam merangkul sasaran dakwah dapat tepat sasaran. Perlu dipelajari pula bagaimana kita bisa bergerak bersama sama dengan masyarakat tanpa masyarakat terbebani, bisa menyampaikan materi dakwah tanpa berkesan menggurui serta bisa mengubah paradigma masyarakat kearah kebaikan tanpa paksaan. Di sini penulis teringat kata kata Imam Hasan Al-Banna yang sangat indah untuk direnungkan :�Umat yang berada dalam situasi seperti sekarang ini, yang sedang memikul tugas sangat penting seperti kita ini, yang tengah menghadapi berbagai tanggung jawab dan kewajiban, tidak perlu menghibur diri dengan diam atau berdalih dengan berbagai alasan, angan-angan dan harapan. Sebaliknya, umat ini harus mempersiapkan diri mengarungi lautan perjuangan yang panjang, penuh berbagai tantangan dahsyat serta pertarungan sengit antara hak dan bathil, antara yang berguna dengan yang berbahaya, antara yang berhak dan perampok hak, antara yang ihklas, jujur dan murni dengan yang palsu dan pura pura dan antara yang berjalan lurus dan yang menyeleweng.Jihad diambil dari kata al-juhdu yang berarti kepayahan. Ketahuilah! Bahwa kesusahan dalam berjihad menuntut kita berjuang terus sampai pertarungan berakhir. Hanya di awal perjalanan, anda sempat memuji pimpinan, tetapi jika telah berada di tengah perjalanan yang penuh resiko mengerikan, tidak ada bekal dan persiapan umat ini kecuali jiwa yang beriman, tekad yang kuat dan benar yang rela berkorban dan tampil ke gelanggang dalam keadaan apapun. Jika tidak ada kader seperti itu, maka kekalahan dan kegagalan telah menghadangnya�.Semoga kata-kata indah ini mengingatkan kita kembali bahwa jalan dakwah bukanlah jalan yang ditaburi bunga bunga yang indah nan harum baunya namun merupakan jalan yang terjal dan mendaki, penuh duri dan rintangan banyak pula tikungan yang perlu dilalui. Semoga Allah senantiasa meridhoi hamba hamba Nya yang berada di jalan dakwah, amin. Wallahu `alam bi shawab

Rabu, Januari 09, 2008

Tausyiah

Aktivis Bertopeng !!!

’’Ikhwah, Apakah selama ini kita sekedar numpang nikmat hidup dibawah naungan tarbiyah, numpang keren bersama ikhwan dan akhwat fillah, numpang beken dan populer dijalan dakwah, numpaang aman cari prestise dan posisi di dalamnya, atau numpang maisyah sama aisyah……?’’
Layaknya sebuah perjalanan kereta dengan gerbong yang besar dan panjang. Mungkin isinya tidak sekedar penumpang tanpa karcis, mereka yang sekedar menumpang, pedagang asongan, pengemis bahkan pencopet. Begitu pula dakwah ini. Ketika keterbukaan menjadi pilihan, konsekuensi logis harus menjadi pertimbangan. Saat era jamahiriyah digemakan. Mau tidak mau dakwah harus menerima berbagai macam profil manusia yang ada di masyarakat.
Yang menjadi pertanyaan, bagaimana kemudian dakwah memposisikan mereka semua sesuai kapasitasnya masing masing ? Dakwah adalah sebuah perjalanan panjang. Ia memiliki arah dan tujuan yang harus ditempuh. Boleh jadi umur generasi tidak mencukupi kesempatan memperoleh tujuan tadi. Sehingga dakwah menjadi warisan antar generasi. Dalam dakwah ada mereka yang yakin akan sampai pada tujuan sehingga mampu bersabar. Ada juga yang keyakinannya kecil tapi masih setia. Ada mereka yang tidak tahu kemana yang penting ikut saja. Ada pula mereka yang tetap di dalam tetapi mulai iseng, tidak mengikuti aturan. Ada juga mereka yang ingin bermain main dengan waktu, sehingga keluar sebentar untuk melihat dunia luar. Ada pula mereka yang berlagak mengikuti perjalanan, tapi bermaksud mengacaukan, selalu mengkritik bahkan menarik orang lain untuk keluar.
Begitulah, disaat peluit perjalanan dibunyikan, kereta dakwah melaju dengan gerbong gerbong besar dan panjang. Didalamnya boleh jadi kita menemukan berbagai jenis penumpang. Bagi mereka yang menjadi pelopor keberangkatan, mereka adalah penumpang kelas satu. Mereka yang pertama kali mengajak orang untuk bergabung kepada perjalanan dakwah. More…Ada pula “ para penumpang gelap “ perjalanan dakwah. Mereka ikut dalam perjalanan dakwah, ada di gerbong gerbong besar dan panjang ini, tapi mereka bukanlah penempuh perjalanan sejati. Setidaknya ada beberapa karakter mereka yang harus kita waspadai.
Pertama mereka yang duduk duduk saja dan orang orang yang bersamanya. Merekalah yang tidak menemukan kebahagiaan aktifitas dakwah. Mereka tidak mengerti seberapa besar kenikmatan beriman dan berjihad. Mereka banyak mementingkan “status” dakwah sebagai tameng, seolah olah mereka adalah orang yang alim lagi shalih
Kedua, mencampur adukkan antara amal shaleh dengan keburukan. Inilah kelompok penumpang yang jatuh pada percampuran berbahaya. Salah satu kakinya menapak di bumi dakwah, sedangkan kakinya yang lain menginjak pada hal yang berbau maksiat, cita cita duniawi dan impian yang panjang. Mereka hadir dalam tarbiyah dan menjadi bagian pembinaan. Namun mereka justru lebih banyak melelahkan para morabi dan membebani dengan beban yang berat.
Sejak hari ini, mari membuka diri. Menghisab kelemahan diri. Menyempurnakan amanah yang diberikan. Berputar dalam dakwah dengan layak Dan menggolongkan diri kedalam kafilah mulia dengan hanya membawa karakter positif kita. Cukupkanlah jumlah orang-orang yang menyamar dalam kebaikan, menutupi kelemahan dan kekurangannya dengan amal yang palsu. Mengganggap mampu menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal sesungguhnya menipu diri sendiri.
Ingatlah sesungguhnya pintu Rahmat Allah seluas apa yang mampu kita bayangkan. Dan kasih sayang Allah sebesar apa yang kita harapkan..Agar kita tidak larut dalam ketinggalan masa mengejar keutamaan. Dan Allah berkenan menggabungkan kita dalam rahmat dan anugerah_Nya.
Dengan itulah kita berharap dakwah kita, pada setiap saat yang ada, senantiasa dinaungi, diiringi dan dilimpahkan berkah. Berkah bagi kita, berkah bagi objek dakwah kita, berkah bagi kehidupan sekitar kita, serta berkah bagi seluruh alam semesta. Semoga Allah berkenan memberikan kesadaran yang menghidupkan bagi kita semua. Jadi kita tidak menambah daftar ikhwan akhwat yang nyamar dalam dakwah.
By: “ HUMAS & MEDIA ‘78
“solid, amanah, pasdihati “

MUI Dibubarkan, Dapat Menyuburkan Aliran Sesat
Rabu, 9 Jan 08 18:14 WIB


Ketua MPRRI Hidayat Nurwahid menegaskan, keinginan membubarkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) selain melanggar hukum yang berlaku di Indonesia, juga dapat menyuburkan paham yang beragama yang menyimpang.
"Oh iya, kalau MUI dibubarkan akan semakin kacau, karena menumbuhsuburkan paham beragama yang menyimpang, bukan hanya Islam saja, itu juga akan membahayakan kesatuan nasional, "ujarnya dalam Silaturahmi Dai se-Jabodetabek, di Aula Udaya, Graha Elnusa, Jakarta, Rabu(9/1).
Majelis Ulama Indonesia sebagai organisasi moderat pengayom para ulama dan zuama selalu berupaya berada di tengah-tengah perbedaan yang terjadi dikalangan umat Islam, namun keberadaan sering disalahartikan, bahkan diusulkan untuk dibubarkan yang belum lama ini tercetus dari mulut Mantan Presiden RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.
Hidayat mengakui, keberadaan MUI sudah tepat, dengan cara memberikan rambu-rambu yang berupa fatwa dalam rangka menyelamatkan akidah umat dari kesesatan.
"Bisa dibayangkan, jika setiap orang mengaku sebagai nabi, ada yang mengaku reinkarnasi nabi, ada yang ngaku sebagai ibunya nabi Isa, negara ini akan seperti apa, "tukasnya.
Ia menyatakan, menuntut pembubaran MUI sama artinya menolak sesuatu yang dibenarkan dalam konteks hukum dan sosial di Indonesia. "Ini memunculkan pertanyaan besar di balik tuntutan itu ada apa, bisa dibayangkan lembaga yang sah menurut UU negara, dituntut untuk dibubarkan oleh mereka, "imbuhnya.
Senada dengan itu, Ketua Komisi Fatwa MUI Anwar Arifin menilai, tuntutan pembubaran MUI karena fatwa yang dianggap memunculkan radikalisme dan fundamentalisme merupakan anggapan yang salah.
"Kita harus tahu dulu apa artinya fatwa itu, arti fatwa itu menjawab pertanyaan, apakah mungkin kita menghentikan pertanyaan yang muncul, jadi MUI harus menjawabnya, "katanya.
Ia mengakui, Indonesia merupakan satu-satunya negeri muslim yang tidak mempunyai lembaga penjawab, kecuali melalui fatwa-fatwa MUI. Sedangkan, negeri muslim lainnya mempunyai mukhti sebagai tempat bertanya, bahkan Singapura, Moskow, dan Bosnia juga ada.
Kalau fatwa Ahmadiyah yang memicu kekerasan, lanjut Anwar, sebaiknya tindak tegas saja pelaku kekerasannya, lagipula fatwa itukan sudah ada sejak tahun 1970-an, kenapa baru dipermasalahkan sekarang.
"Sebenarnya siapa aktor di belakang itu, jangan-jangan mereka sendiri, fatwa MUI itu belum apa-apalah, "pungkasnya. (novel)